Kamis, 14 April 2011

Ahmad Dhani Sebut 'Yahudi Militan' Alay

Buku berisi bom untuk Ahmad Dhani (Foto:Dok.RCM)
Buku berisi bom untuk Ahmad Dhani (Foto:Dok.RCM)
JAKARTA - Ahmad Dhani mengaku, sempat tertarik mengisi kata pengantar buku Yahudi Militan yang dikirim ke studionya. Tapi begitu tahu ternyata paket buku itu berisi bom, Ahmad Dhani langsung menyebut buku itu alay (kampungan).

Paket buku yang dikirim seseorang yang mengaku sebagai Muchtar Alamsyah itu sebenarnya tiba di studio Ahmad Dhani yang juga kantor Republik Cinta Manajemen (RCM) di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, sejak Selasa, 15 Maret 2011.

Tak Pernah Berlalu

Mungkin aku memang lemah
Mungkin aku tak pernah punyai lelah
Saat ku terdiam menangisi pergimu
Terus ku terpaku oleh harapan semu
Sepertinya… t’lah cukup banyak kutulis
T’lah cukup dalam hati ini kuiris
Agar bisa kucoba lagi cinta dari mula
Dengan ia yang mampu merasakannya
Namun cinta untukmu terus bertahan
Di sekeping sisa hati ini pun cinta untukmu kurasakan
Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang
Oh Tuhan… bagaimana semua ini harus kuartikan ?
http://www.anggrekbiru.com/

Kisah Nabi Idris AS Melihat Surga dan Neraka

sorga-neraka
Setiap hari Malaikat Izrael dan Nabi Idris beribadah bersama. Suatu kali, sekali lagi Nabi Idris mengajukan permintaan. “Bisakah engkau membawa saya melihat surga dan neraka?”
“Wahai Nabi Allah, lagi-lagi permintaanmu aneh,” kata Izrael.
Setelah Malaikat Izrael memohon izin kepada Allah, dibawanya Nabi Idris ke tempat yang ingin dilihatnya.
“Ya Nabi Allah, mengapa ingin melihat neraka? Bahkan para Malaikat pun takut melihatnya,” kata Izrael.
“Terus terang, saya takut sekali kepada Azab Allah itu. Tapi mudah-mudahan, iman saya menjadi tebal setelah melihatnya,” Nabi Idris menjelaskan alasannya.
Waktu mereka sampai ke dekat neraka, Nabi Idris langsung pingsan. Penjaga neraka adalah Malaikat yang sangat menakutkan. Ia menyeret dan menyiksa manusia-manusia yang durhaka kepada Allah semasa hidupnya. Nabi Idris tidak sanggup menyaksikan berbagai siksaan yang mengerikan itu. Api neraka berkobar dahsyat, bunyinya bergemuruh menakutkan, tak ada pemandangan yang lebih mengerikan dibanding tempat ini.
Dengan tubuh lemas Nabi Idris meninggalkan tempat yang mengerikan itu. Kemudian Izrael membawa Nabi Idris ke surga. “Assalamu’alaikum…” kata Izrael kepada Malaikat Ridwan, Malaikat penjaga pintu surga yang sangat tampan.
Wajah Malaikat Ridwan selalu berseri-seri di hiasi senyum ramah. Siapapun akan senang memandangnya. Sikapnya amat sopan, dengan lemah lembut ia mempersilahkan para penghuni surga untuk memasuki tempat yang mulia itu.
Waktu melihat isi surga, Nabi Idris kembali nyaris pingsan karena terpesona. Semua yang ada di dalamnya begitu indah dan menakjubkan. Nabi Idris terpukau  tanpa bisa berkata-kata melihat pemandangan sangat indah di depannya. “Subhanallah, Subhanallah, Subhanallah…” ucap Nabi Idris beulang-ulang.
Nabi Idris melihat sungai-sungai yang airnya bening seperti kaca. Di pinggir sungai terdapat pohon-pohon yang batangnya terbuat dari emas dan perak. Ada juga istana-istana pualam bagi penghuni surga. Pohon buah-buahan ada disetiap penjuru. Buahnya segar, ranum dan harum.
Waktu berkeliling di sana, Nabi Idris diiringi pelayan surga. Mereka adalah para bidadari yang cantik jelita dan anak-anak muda yang amat tampan wajahnya. Mereka bertingkah laku dan berbicara dengan sopan.
Mendadak Nabi Idris ingin minum air sungai surga. “Bolehkah saya meminumnya? Airnya kelihatan sejuk dan segar sekali.”
“Silahkan minum, inilah minuman untuk penghuni surga.” Jawab Izrael. Pelayan surga datang membawakan gelas minuman berupa piala yang terbuat dari emas dan perak. Nabi Idris pun minum air itu dengan nikmat. Dia amat bersyukur bisa menikmati air minum yang begitu segar dan luar biasa enak. Tak pernah terbayangkan olehnya ada minuman selezat itu. “Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah,” Nabi Idris mengucap syukur berulang-ulang.
Setelah puas melihat surga, tibalah waktunya pergi bagi Nabi Idris untuk kembali ke bumi. Tapi ia tidak mau kembali ke bumi. Hatinya sudah terpikat keindahan dan kenikmatan surga Allah.
“Saya tidak mau keluar dari surga ini, saya ingin beribadah kepada Allah sampai hari kiamat nanti,” kata Nabi Idris.
“Tuan boleh tinggal di sini setelah kiamat nanti, setelah semua amal ibadah di hisab oleh Allah, baru tuan bisa menghuni surga bersama para Nabi dan orang yang beriman lainnya,” kata Izrael.
“Tapi Allah itu Maha Pengasih, terutama kepada Nabi-Nya. Akhirnya Allah mengkaruniakan sebuah tempat yang mulia di langit, dan Nabi Idris menjadi satu-satunya Nabi yang menghuni surga tanpa mengalami kematian. Waktu diangkat ke tempat itu, Nabi Isris berusia 82 tahun.
Firman Allah:
“Dan ceritakanlah Idris di dalam Al-Qur’an. Sesungguhnya ia adalah orang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi, dan kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” (QS Al-Anbiya:85-86).
***
Pada saat Nabi Muhammad sedang melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj ke langit, beliau bertemu Nabi Idris. “Siapa orang ini? Tanya Nabi Muhammad kepada Jibril yang mendampinginya waktu itu.
“Inilah Idris,” jawab Jibril. Nabi Muhammad mendapat penjelasan Allah tentang Idris dalam Al-Qur’an Surat Al-Anbiya ayat 85 dan 86, serta Surat Maryam ayat 56 dan 57.

ricuh di konser kobe

Minggu, 15 Februari 2009

Sejarah Killing Me Inside

Band beraliran hardcore screamo asal Jakarta yang terbentuk pada Desember 2005 ini awalnya beranggotakan
Sansan : Vocals
Raka : Guitar
Josaphat : Guitar
Rendy : Drum
Onad :Bass


Rabu, 09 Maret 2011

salam satu jiwa dari aremania

PERSIJA punya THE JAK untuk membela….
PERSIB punya VIKING untuk mendukung….
PERSEBAYA bangga dengan Bonekmania…
kota kota diseluruh dunia pasti punya pasti ada
suporter bola seperti…………..

Kami Arema SALAM SATU JIWA
di Indonesia kan selalu ada…
selalu bersama untuk kemenangan
kami AREMA……!!!

Bahu membahu selalu bersatu padu dalam satu jiwa suporter sepakbola
ada satu namanya AREMA… fanatik bukan sekedar fanatik tapi berkode etik
hadir membela team favorit biar bisa main cantik
lapangan hijau selalu nyentrik ada saja yg bisa disuguhkan semuanya bisa
kelihatan cantik …..dari 1987 Alm Acub Jaenal mendirikan klub bola arema
mister Ovan Tobing Sam ikuL dirikan Aremania mreka dikenal mreka diketahui
tak pernah takut selalu membela dimana saja selalu ada untuk Arema
Aremania….SALAM SATU JIWA….!!!!!!


Memang benar arema slalu bikin biru sebiru langitku
ihklas tanpa paksa bergerak bersama…dimanapun tempat singgah
Arema selalu ada dan ada kala kadang kalah kadang menang itu pertandingan
biasa saja dukungan sepenuhnya Aremania Aremanita Salam Satu Jiwa…!!!!
mau jadi apa London tanpa Chelsea..tau Spanyol darimana tanpa ada Barca…
siapa kenal Sheva tanpa AC Milan…mau jadi apa Italy tanpa Juventini…
mau jadi apa kota malang tanpa Arema…bakso rujak soto konter hp
singkong goreng pake nama Arema…
maklum saja Arema bukan klub biasa saja…


ada Yuli Sumpil Cak No El Kephet Gns Rmpko Aremania 86 (siap)
banyak korwil laenya semuanya siap menangis siap teriak
kita harus menang KITA HARUS MENANG kapanpun dimanapun
bagaimanapun AREMA KITA HARUS MENANG
SALAM SATU JIWA,,,,,….!!!!!!!!

lirik : APA (bellal SBY – pq MLG)
arr music : Igor Saykoji (JKT)
recrd take : de’Ojeh